Penulis: Machful Indra Kurniawan
Globalisasi memberikan dampak positif dan negatif bagi setiap warga negara indonesia. namun, tidak setiap warga negara menyikapi dampak negatif globalisasi dengan baik. Terjadinya penurunan kuwalitas moral bangsa merupakan salah satu dampak negatif dari globalisasi. Adapun penurunan kuwalitas moral bangsa dapat kita lihatbanyaknya bermunculan kasuskasus yang tidak sesuai dengan nilainilai norma yang hidup dalam masyarakat indonesia, seperti: maraknya pencurian, pembunuhan, pemerkosaan dikalangan masyarakat serta kasus-kasus kenakalan remaja seperti tawuran, sex bebas dan penyalahgunaan narkoba terutama yang terjadi dikalangan pelajar. Beberapa kasus diatas menunjukkan bahwa pendidikan kita belum mampu membangun karakter bangsa. Karena, hingga saat ini praktik pendidikan yang terjadi dikelas-kelas tidak lebih dari latihan-latihan skolastik, seperti mengenal, membandingkan, melatih, dan menghafal.
(Winarno Surachmad, dkk.: 2003: 114). Berdasarkan hal tersebut, maka perlu diupayakan untuk membangun kembali moral bangsa. Pemerintah tampaknya sudah mulai sadar akan pentingnya nilai moral bagi sebuah bangsa, hal tersebut dapat terlihat dengan digalakannya pembangunan moral bangsa melalui pendidikan karakterdalam sistem pendidikan nasional sejak tahun 2010 hingga saat ini yang diintegrasikan dalam kurikulum 2013. Pendidikan karakter bangsa merupakan pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa pada diri peserta didik sehingga mereka memiliki nilai dan krakter sebagai karakter dirinya, penerapan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya, sebagai anggota masyarakat dan warga negara yang religius, nasionalis,produktif dan kreatif (PUSLITBANG KEMDIKNAS: 2010).
Dengan digalakanya pendidikan karakter bangsa dalam sistem pendidikan nasional diharapkan dapat mengatasi dampak negatif dari globalisasi dalam hal penyimpangan perilaku terhadap moral bangsa. Tri pusat pendidikan merupakan tiga pusat yang memiliki tanggung jawab atas terselenggaranya pendidikan terhadap anak, tiga pusat tersebut yaitu pendidikandalam keluarga, dalam sekolah dan dalam masyarakat. Dalam pembentukan karakter, tri pusat pendidikan merupakan sarana yang tepat.Karena, dalam pembentukan karakter, perlu adanya kerjasama dari berbagai lingkungan pendidikan, baik pendidikan dalam keluarga, pendidikan dalam sekolah, dan pendidikan dalam masyarakat. Dengan adanya kerjasama antara pendidikan dalam keluarga, pendidikan dalam sekolah dan pendidikan dalam masyarakat akan dapat menanamkan nilai-nilai karakter dengan baik sehingga dapat membentuk karakter anak sekolah dasar yang berkarakter.
Dikutip dari: Jurnal Pendagogia, Vol 4, No 1, Februari 2015
https://pedagogia.umsida.ac.id/index.php/pedagogia/article/view/1342







0 comments:
Post a Comment